Hal-Hal Yang Diperbolehkan Ketika Meninggalnya Seseorang
Oktober 11, 2008 at 5:59 pm Tinggalkan komentar
HAL-HAL YANG DIPERBOLEHKAN KETIKA MENINGGALNYA SESEORANG
Oleh Syaikh al-Albani
Bagi siapa saja yang melayat, diperbolehkan membuka tutup wajah si mayat dan menciumnya, bahkan boleh menangisinya selama tiga hari. Hal ini berdasarkan hadits-hadits berikut:
Jabir bin Abdillah Radhiallahu ‘Anhu berkata “Ketika ayahku gugur dalam perang Uhud, aku membuka tutup wajahnya lalu aku menangis. Para shahabat melarangku, akan tetapi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihis Salam membiarkanku (kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihis Salam menyuruh untuk mengangkatnya). Hal ini telah membuat bibiku Fatimah menangis, lalu bersabda lah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihis Salam, ‘Engkau menangis atau tidak menangis, sesungguhnya malaikat terus saja menaunginya dengan kedua sayapnya hingga kalian mengangkatnya”
Dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, an-Nasa’i, al-Baihaqi serta imam Ahmad. Sedangkan tambahannya dari periwayatan Muslim dan an-Nasa’i.
Aisyah berkata: Abu Bakar Radhiallahu ‘Anhu tiba dengan menunggang kudanya dari tempat tinggalnya hingga turun dan memasuki masjid (dan Umar bin al-Khaththab sedang sibuk berbicara dengan umat). Abu Bakar tidak ikut menasihati umat, tetapi ia masuk menjumpai ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anhuma. Kemudian ia mengusap paras muka Nabi Shallallahu ‘Alaihis Salam yang sedang sekujur tubuhnya ditutupi dengan kain lurik, lalu dibuka tutup wajahnya menciumnya (diantara kedua mata beliau Shallallahu ‘Alaihis Salam) dan menangis, seraya berkata: ‘Ayah dan Ibuku, ku kurbankan untukmu, wahai Nabi Allah. Allah tidak akan menyatukan atas engkau dua kematian. Adapun kematian yang kini engkau alami, maka telah engkau lakukan”. Dalam riwayat lain, “Sesungguhnya engkau telah mati dengan kematian yang tidak ada kematian sesudahnya”
Dikeluarkan oleh Al-Bukhari, an-Nasa’i; Ibnu Hibban, dan al-Baihaqi.
Aisyah Radhiallahu ‘Anhma berkata, “Suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihis Salam datang menjenguk Utsman bin Mazh’un yang telah wafat. Lalu beliau Shallallahu ‘Alaihis Salam membuka penutup wajahnya dan menciumnya, lalu menangis hingga aku lihat air mata beliau membasahi kedua pipinya:
Dikeluarkan oleh At-Tirmidzi dan al-Baihaqi
Anas Radhiallahu ‘Anhu berkata, “Kami datang menengok Abu Saif bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihis Salam – Abu Saif adalah suami dari wanita yang menyusui Ibrahim, putera Rasulullah Shallallahu ‘Alaihis Salam. Beliau mengangkat Ibrahim dan menciuminya. Kemudian kami masuk melihat Ibrahim dan kedua mata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihis Salam mencucurkan air mata. Abdurrahman bin Auf berkata kepada beliau, “Engkau wahai Rasulullah (menangis)?” Beliau Shallallahu ‘Alaihis Salam menjawab, “Wahai putera Auf, sesungguhnya ini adalah rahmat (kasih sayang) yang kemudian diikuti dengan yang lain. Sesungguhnya mata mencucurkan air mata dan hati ini bersedih, dan kita tidak mengucapkan kecuali pada yang diridhai Allah, Rabb kita. Sesungguhnya kita, wahai Ibrahim, berpisah denganmu adalah sangat sedih”
Dikeluarkan oleh HR. Al-Bukhari; Muslim dan al-Baihaqi
Abdullah bin Ja’far berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihis Salam telah menunda melayat keluarga Ja’far selama tiga hari kemudian beliau mendatangi mereka. Beliau Shallallahu ‘Alaihis Salam bersabda, “Janganlah kalian menangisi lagi saudaraku ini sesudah hari ini …”
Dikeluarkan oleh Abu Dawud; an-Nasa’i; dan Ahmad.
Sumber : TUNTUNAN LENGKAP MENGURUS JENAZAH [Asli: Ahkamul jana’iz wa Bid’ahaa. Terb. Al Maktab al Islami, Beirut dan Damascus. Cet-IV/1406 H]. Terj: A.M. Basamalah — Cet-1 — Jakarta. Gema Insani Press./ 1999. 262 hlm : 24 cm.
Entry filed under: Jenazah, syaikh al-albani. Tags: .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed