Hadits Maimun bin Mihran
Oktober 9, 2008 at 6:06 pm Tinggalkan Komentar
HADITS MAIMUN BIN MIHRAN
Oleh : Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani
Pada nomor keempat majalah ‘Al-Muslimun”, saya (syaikh al-Albani) membaca makalah dengan judul “bersama orang-orang yang arif –Maimun bin Mihran”, lalu diakhir makalah itu dikatakan bahwa Maimun bin Mihran telah meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar tentang hadits-hadits berikut:
1. Rasulullah melarang namimah (mengadu domba) dan melarang ghibah serta mendengarkan ghibah
2. Sangat sedikit ditemukan di akhir zaman dirham yang halal atau saudara yang dapat dipercaya
3. Takutlah kamu terhadap firasat seorang mukmin, karena sesungguhnya ia melihat dengan cahaya (nur) Allah.
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam :
1. Barangsiapa yang melakukan dosa sambil tertawa maka kelak akan masuk Neraka sambil menangis
2. Dua golongan manusia jika mereka baik maka manusia akan menjadi baik, dan jika mereka rusak maka manusia turut menjadi rusak; ulama dan pemimpin
Oleh karena hadits-hadits ini hanya diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam biografi Maimun bin Mihran dalam kitab al-Hilyah (4/93-96), juga sanad-sanadnya yang sampai kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan yang sampai kepada Maimun bin Mihran semuanya lemah, sementara diketahui bahwa tidak boleh menisbatkan sesuatu kepada Nabi apabila tidak benar berasal darinya, maka saya merasa perlu menjelaskan hal ini. Saya katakan :
Hadits pertama, dalam sanadnya terdapat Furat bin Sa’ib dan ia telah dituduh berdusta oleh imam Ahmad
Hadits kedua, dalam sanadnya terdapat dua orang yang lemah dan satu orang yang majhul.
Hadits ketiga, dalam sanadnya terdapat Furat bin Sa’ib yang baru saja disebutkan keadaannya. Di samping itu, terdapat pula Ahmad bin Muhammad bin Umar al-Yamami dan ia telah didustakan oleh Abu Hatim dan Ibnu Sha’id dan lainnya. Sementara hadits ini telah disebutkan pula oleh Ibnul Jauzi dalam al-Maudhu’at. Akan tetapi imam as-Suyuthi merasa yakin seperti dalam kitab al-La’ali al Mashnu’ah bahwa hadits ini adalah hasan shahih, karena adanya jalur-jalur periwayatan yang lain.
Hadits keempat dan kelima keduanya adalah palsu karena keduanya diriwayatkan dari Muhammad bin Ziyad al Yasykuri dari Maimun bin Mihran, sementara al-Yasykuri ini telah dikatakan oleh al-Imam Ahmad serta selainnya, “Dia adalah pendusta, Dajjal dan selalu memalsukan hadits”. Kedua hadits ini telah saya bahas pada bagian ketiga tulisan saya al Ahadits adh-Dhaifah wal Maudhu’ah wa Atsaruha as-Sayyi’ fil Ummah yang mana hal itu telah dimuat dalam majalah “At Tamaddun al-Islami”
Sumber : Disalin dari buku Maqalaat Albani
Entry filed under: Hadits. Tags: .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed